Kamis, 28 Mei 2015

Tanaman Buah dalam Pot



                                         Budidaya Rambutan dalam Pot
                                                   
                                                           
                                                         
                                                        Hasil gambar untuk gambar pohon rambutan dalam pot

      Rambutan (Nephelium lappaceum L.) satu family dengan Lengkeng  (Nephelium longanum), berasal dari Asia Tenggara terutama dari Indonesia dan Malaysia, daging buahnya banyak mengandung air, protein lemak, glukosa, sukrosa, fruktosa, pati serat, asam malat, asam sitrat, kalori, vitamin C, thiamin, riboflavin, niacin, kalsium, natrium, kalium, magnesium, besi, seng dan fosfor. Bagian yang dapat dimakan sekitar 40 % Bunga rambutan terdiri dari bunga jantan dan bunga hermaprodit (bunga lengkap, mempunyai putik dan benang sari). Bunga jantan biasanya terdapat pada pohon jantan, artinya satu pohon hanya menghasilkan bunga jantan saja.
Rambutan banyak jenisnya, yang termasuk jenis unggul antara lain :
- Rambutan Binjai
- Rambutan Rapiah
- Rambutan Lebak Bulus
- Rambutan Bangkok
- Rambutan Antalagi
- Rambutan Garuda
- Rambutan Si Batuk
        Rambutan dapat tumbuh dan berproduksi dengan baik pada ketinggian tempat dari rendah sampai 600 mdpl. Ketinggian tempat yang optimum adalah 1-250 mdpl. Tanah yang cocok adalah tanah subur, gembur dan mengandung humus dengan derajat keasaman (pH) tanah 4,5-6,5. Rambutan memerlukan curah hujan yang cukup banyak, 7-9 bulan basah setahun.

Penanaman dalam Pot
                                    Hasil gambar untuk gambar pohon rambutan dalam pot
Bibit
         Rambutan dapat diperbanyak dengan biji, cangkok, okulasi, dan susuan. Untuk penanaman di pot pilihlah bibit yang berasal dari hasil cangkokan, bibit ini dapat menghasilkan buah setelah 2-3 tahun. Bibit yang berasal dari biji sangat lambat berbuah dan kualitas buahnya belum tentu sama dengan pohon induknya. Sedangkan bibit hasil okulasi dapat berbuah setelah 4-5 tahun.
Pencangkokan yang baik dilakukan pada musim hujan. Pilihlah batang yang berdiameter sekitar 1-5 cm yang sudah pernah menghasilkan buah (minimal 2 kali) dan banyak daunnya. Kupas kulit batangnya sepanjang kira-kira 2,5 cm. Diamkan selama 1-4 minggu. Tutup dengan media moss (lumut) yang sudah dibasahi dan bungkus dengan plastik transparan (kresek putih). Setelah 3 bulan akar yang tumbuh akan kelihatan memenuhi media cangkok dan cangkokan sudah dapat dipotong.

Pot dan Media Tanam
            Pakailah pot dengan diameter 30 cm dan tinggi 35 cm atau pot yang lebih besar lagi, makin besar ukuran pot maka makin mudah tanaman tumbuh dengan normal. Isilah dasar pot dengan ijuk dan pecahan genteng (atau bisa dengan media lain seperti busa sterofom, batu kerikil, atau media lain yang mudah mengaliran air) setinggi 5 cm sebagai penahan keluarnya media tanam saat penyiraman. Kemudian isi pot dengan media tanam yang terdiri dari campuran tanah subur, pupuk kandang dan pasir dengan perbandingan yang sama sampai penuh. Atau bisa juga dengan campuran tanah gembur, pasir, dan pupuk kandang dengan perbandingan 5:1:2. Ada juga campuran pupuk kandang, pasir, dan sekam dengan perbandingan 1:1:1. Dan ada lagi campuran tanah dan pupuk kandang dengan perbandingan 1:2, atau campuran sekam dan pasir dengan perbandingan 1:1.

Penanaman
       Sesudah cangkokan dipotong, kurangi daun sampai setengahnya untuk mengurangi penguapan. Kalau bibit terlalu tinggi bisa dipotong agar tanaman yang baru ditanam nantinya tidak sering tergoyang karena angin atau penyiraman.
Penanaman yang baik dilakukan pada saat suhu udara tidak terlalu panas (pagi atau sore). Lubangi media tanam seukuran pembungkus akar cangkokan, buka plastik pembungkus akar cangkokan dan bibit dapat ditanam di pot. Tempatkan tanaman pada tempat yang tidak terkena cahaya matahari langsung selama sekitar 1 minggu atau sampai tanaman mengeluarkan tunas baru, sesudah itu secara bertahap tanaman dapat di pindah pada tempat yang terkena cahaya matahari penuh.

Perawatan
          Perawatan meliputi penyiraman, pemangkasan, pemupukan, penggemburan media tanam dan pengendalian hama dan penyakit tanaman serta gulma (tumbuhan pengganggu).
Pemangkasan dilakukan untuk membentuk tajuk tanaman. Setiap pangkasan akan memunculkan beberapa tunas baru, pilihlah 3 tunas yang sehat untuk ditumbuhkan. Makin banyak cabang dan ranting maka makin banyak pula tempat keluarnya bunga. Pemangkasan juga dilakukan untuk membuang tunas liar atau tunas yang sakit dan tidak produktif.
Pemupukan dilakukan setiap bulan. Pupuk ditanam di sekeliling pinggiran pot dan dilakukan penyirama setiap selesai memberi pupuk.

Pergantian Pot dan Media Tanam
            Setiap 3-5 tahun sekali dapat dilakukan pergantian pot kalau ukuran pot sudah tidak sebanding dengan ukuran tanaman atau potnya rusak. Kalau tidak ingin mengganti ukuran pot maka hanya media tanamnya saja yang diganti. Indikator yang menunjukkan perlunya pergantian media tanam adalah apabila media tanam sangat padat dengan akar tanaman dan banyak akar yang keluar pada lubang drainase pot serta pertumbuhan tanaman menjadi lambat.
           Cabutlah tanaman beserta media tanamnya. Potonglah sekeliling media tanam berikut akar tanaman sekitar 5 cm dari pinggir media tanamnya. Dan potong juga bagian bawahnya dengan pisau yang tajam secara perlahan. Kemudian isi pot kembali dengan media tanam yang baru dan tanam kembali tanaman pada pot tersebut. Setiap pemotongan akar harus diimbangi dengan pembuangan sebagian daun, apabila tidak dilakukan maka secara alamiah tanaman akan menggugurkan (layu) daunnya sendiri.
Terlepas dari petunjuk teknis di atas, perawatan yang terbaik adalah perhatian kita terhadap tanaman tersebut. Makin diperhatikan biasanya tanaman akan lebih memberikan hasil sesuai yang kita harapkan.

                                                 (Selamat Mencoba By Junet)

Khasiat Buah dan Daun Kersen untuk Kesehatan

Khasiat Buah dan Daun Kersen
untuk Kesehatan
Buah kersen. sumber

 Kersen merupakan tanaman yang mudah tumbuh di daerah tropis. Tumbuhan ini juga mudah beradaptasi dengan lingkungan sekitarnya. Buahnya mirip buah ceri ini sering kita temui di pinggir jalan dan jarang di budidayakan dengan serius.
Tapi siapa sangka, jika di balik buahnya yang kecil, terdapat khasiat yang besar. Jika buah ini hanya familiar sewaktu anda kecil, maka sebaiknya anda mulai menanam di halaman rumah anda, karena khasiat buah dan daunnya sangat besar.
Bagi Anda yang mempunyai asam urat, tidak usah jauh-jauh pergi ke dokter, cukup dengan mengonsumsi buah kecil ini sebanyak 9 butir sekali makan, dan dilakukan sebanyak tiga kali dalam sehari, maka asam urat Anda bisa hilang.
Kersen mempunyai kandungan gizi yang cukup baik, bahkan tidak kalah dengan buah mangga. Untuk satu butir buah kersen, mengandung Vitamin C sebanyak 85 miligram, dan kandungan kalsium dalam buah ini juga cukup tinggi yaitu sekitar 124,6 miligram.
Sedangkan mendapatkan manfaat dari daunnya, Anda cukup merebusnya, di mana sepertiga bagian dari air rebusan, diminum sebanyak tiga kali dalam satu hari. Air rebusan ini berkhasiat untuk anti radang dan menurunkan panas, serta sebagai antiseptik yang dapat membunuh mikroba yang berbahaya.
Tidak ada salahnya bagi Anda mulai memperhatikan tanaman buah yang satu ini. Karena kesehatan merupakan harta yang harus dijaga. Namun ingat, ambillah buah kersen yang matang di pohonnya, karena buah yang matang di pohon mempunyai kandungan nutrisi yang maksimal.